Posts

Showing posts from March, 2017

MENGENAL SALAH PATI,ULAH PATI DAN PELAKSANAAN UPACARANYA

Yang dimaksud dengan mati salah pati adalah mati yang tidak terduga-duga karena kecelakaan atau di sarap macan, buaya, disenggot sampi, digigit ular, dibunuh, dll. Bisa juga Mati yang tak terduga-duga atau yang tidak dikehendaki Yang dimaksud mati ngulah pati adalah mati karena bunuh diri, bisa juga Mati karena sesat, yang mengambil jalan pintas, serta sengaja dikehendaki, yang sangat bertentangan dengan ajaran- ajaran agama Hindu. Jenis mati Salah Pati dan Ngulah Pati . Salah Pati: Mati jatuh (kerubah baya). Mati ketekuk (kastha bahaya). Mati dimangsa macan, dimangsa buaya, ditanduk sapi, disambar petir, tertimpa tebing dan lain- lainnya (keserenggara). Ngulah Pati: Mati meracun diri. Mati menggantung diri. Mati menembak diri. Mati menceburkan diri dan lain- lainnya. Pelaksanaan upacara/ upakara . Setiap orang meninggal harus diupacarai sesuai dengan ajaran sastra agama Hindu Khusus bagi yang ngulah pati, upacara/ upakara ditambah dengan banten pengula...

SEJARAH OGOH-OGOH DI BALI

“Ogoh-ogoh” penamaan ogoh-ogoh diambil dari sebutan ogah-ogah dari bahasa bali, artinya sesuatau yang di goyang-goyangkan,”ogah-ogah, ogoh-ogoh, kala-kali lumamapah/ogah-ogah, ogoh-ogoh, ngiterin dese” salah satu lirik lagu wajib di hari pengerupukan satu hari sebelum perayaan nyepi. Ogoh-ogoh sebetulnya tidak memiliki hubungan langsung dengan upacara Hari Raya Nyepi. Sejak tahun 80-an, umat hindu mengusung ogoh-ogoh yang dijadikan satu dengan acara mengelilingi desa bertujuan agar buta kala yang merupakan manifestasi unsur-unsur negatif  yang ada di sekitar desa agar ikut bersama ogoh-ogoh yang nantinya ogoh-ogoh akan dilebur atau dibakar. Tradisi mengembalikan Bhuta Kala ke asalnya di hari pengrupukan, disimbolkan dengan ogoh-ogoh, mirip tradisi lama yaitu Tradisi Barong Landung, Tradisi Ndong Nding dan Ngaben Ngwangun yang menggunakan ogoh-ogoh Sang Kalika, disebutkan bisa dirujuk untuk menelusuri asal-usul atau awal mula ogoh-ogoh. Ogoh-ogoh adalah seni patung dalam kebu...

KARMAPALA DAN JENIS-JENIS HUKUMAN MENURUT HINDU

Dalam kitab suci Bradh Aranyaka Upanisad di katakana : Hukum diartikan sama dengan “ kebenaran “. Hukum  adalah ketentuan – ketentuan atau peraturan – peraturan yang harus diatasi oleh sekelompok manusia, serta memberikan hukuman /ancaman terhadap seseorang yang melanggarnya baik itu berupa hukuman denda baik itu disebut orang dursila (penghianatan) oleh kelompok orang – orang tertentu di dalam masyarakat. Karma  berasal dari bahasa Sansekerta dari urat kata “Kr” yang berarti membuat atau berbuat, maka dapat disimpulkan bahwa karmapala berarti Perbuatan atau tingkah laku. Phala  yang berarti buah atau hasil. Maka dapat disimpulkan Hukum Karma Phala berarti : Suatu peraturan atau hukuman dari hasil dalam suatu perbuatan. Salah satu dari Panca Srada ( Enam Kepercayaan Agama Hindu) di antaranya adalah hokum karma phala dimana hukum karma phala ini merupakan filsafat yang yang mengandung etika yang artinya Bahwa Umat Agama Hindu percaya akan hasil dalam suatu perbu...

ENAM TOKOH SUCI DALAM PERKEMBANGAN HINDU BALI

1. DANGHYANG MARKANDEYA Pada abad ke-8 beliau mendapat pencerahan di Gunung Di Hyang (sekarang Dieng, Jawa Timur) bahwa bangunan palinggih di Tolangkir (sekarang Besakih) harus ditanami panca datu yang terdiri dari unsur-unsur emas, perak, tembaga, besi, dan permata mirah. Setelah menetap di Taro, Tegal lalang – Gianyar, beliau memantapkan ajaran Siwa Sidhanta kepada para pengikutnya dalam bentuk ritual: Surya sewana, Bebali (Banten), dan Pecaruan. Karena semua ritual menggunakan banten atau bebali maka ketika itu agama ini dinamakan Agama Bali. Daerah tempat tinggal beliau dinamakan Bali. Jadi yang bernama Bali mula-mula hanya daerah Taro saja, namun kemudian pulau ini dinamakan Bali karena penduduk di seluruh pulau melaksanakan ajaran Siwa Sidanta menurut petunjuk-petunjuk Danghyang Markandeya yang menggunakan bebali atau banten. Selain Besakih, beliau juga membangun pura-pura Sad Kahyangan lainnya yaitu : Batur, Sukawana, Batukaru, Andakasa, dan Lempuyang. Beliau juga mendapat ...

SANG SURATMA!!KARMA AKAN MEMBAWA SANG ATMA KE SORGA ATAU NERAKA

Image
Tidak jauh dari kawah gomuka Sang Suratma dengan wujud raksasa yang penuh wibawa, penguasa para atman sedang menghukum atmaning usadha, karena dulu dukun atau dokter yang menguasai ilmu pengobatan yang dahulu pernah lali menyembuhkan orang sakit melakukan mal praktek, dan selalu menerima imbalan yang tinggi kepada orang yang diobatinya. Disebelahnya lagi, tampak sang Bhuta Mandar dan sang Bhuta Mandir dua Raksasa bengis saudara kembar sedang menggergaji kepala atma wong alpaka guru (tidak pernah taat pada guru), atma yang tidak melakukan kewajiban sebagai putra yang baik karena melalaikan kedua orang tuanya. Bali Bima in Underworld, from Bima Swarga, early 20th century ink and paint on muslin, 34 1/4 x 40″ Gift of Estelle Shaw, 65.045.340 Courtesy Lowe Art Museum Di sebelahnya sang Bhuta Wirosa yang berwujud raksasa maha sakti sedang menghukum atma memaling (mencuri) nasi, ini terjadi karena saat di mercepada ia suka mencuri makanan, karena itu se...

SORGA DAN NERAKA MENURUT HINDU

Image
Dalam Agama Hindu Tidak kita temukan gambaran neraka seperti itu. Lalu apakah orang baik dan orang jahat sama-sama masuk surga?. Bagaimana soal keadilan ditegakkan?. Dalam agama Hindu sebagaimana dijelaskan sebelumnya, setelah mati, jiwa kita : (1) mencapai moksa atau (2) lahir kembali kedunia. Bila kita lahir kembali, maka dalam kelahiran itu kita menerima akibat- akibat dari perbuatan kita dari kehidupan yang terdahulu. Akibat baik atau akibat buruk. Disini dikenal istilah kelahiran surga dan kelahiran neraka. Kelahiran surga artinya dalam hidup ini kita menjadi orang yang beruntung dan berbahagia. Kelahiran neraka artinya dalam hidup ini kita akan menderita dan banyak mendapat kesulitan. Penderitaan itu sangat banyak jenisnya. Misalnya karena : sakit yang tidak dapat disembuhkan, penghianatan, kebencian, dendam, iri hati, sakit hati, dan kemarahan yang tak terkendali adalah bentuk neraka didunia ini. Pandangan Hindu mengenai konsep Sorga dan Neraka. Banyak umat Hi...

KUMPULAN KISAH SANG NAGA BASUKI

Image
Basuki adalah naga atau ular yang muncul dalam kepercayaan Hindu dan Buddha. Dia adalah ular milik Dewa Siwa dan juga salah satu dari Delapan Naga Raja Agung (Eight Great Naga Kings) dalam mitologi Cina dan Jepang. Naga Basuki adalah salah satu tokoh yang terlibat dalam cerita rakyat Bali. Naga Basuki digambarkan seperti ular (terkadang ada yang menyebutnya manusia ular) yang mengenakan mahkota emas dengan hiasan berlian di kepalanya. Dia memiliki seorang saudara perempuan yang bernama Naga Manasa. Naga Basuki muncul di beberapa kisah mitologi seperti di India, Cina dan Jepang. Kisah Samudra Manthan Dalam Agama Hindu, Samudra Manthan adalah salah satu periode paling terkenal dalam Purana. Berikut kisahnya: Dalam sebuah pertempuran antara Sura dan Asura (iblis), Raja Bali yang memimpin pasukan Asura akhirnya mengalahkan para Sura dan mengambil alih alam semesta. Para Sura kemudian meminta bantuan kepada Dewa Wisnu yang memberi saran untuk memperlakukan Asura secara diplomatis. ...